Minggu, 17 Februari 2019

SAKA

Saka Untuk kegunaan lain dari Saka, lihat Saka. Skithia dan Parthia kira-kira tahun 170 SM sebelum Yuezhi menyerang Baktria. Saka atau Saca (bahasa Persia: lama Sakā, modern ساکا; bahasa Sanskerta: Śaka; Yunani: Σάκαι, Sákai; bahasa Latin: Sacae; (Tionghoa), lama *Sək, modern Sāi)[a] adalah istilah yang digunakan di sumber-sumber Persia dan Sanskerta untuk menyebut bangsa Skithia yaitu masyarakat Iran Timur nomaden di Stepa Erasia. Ilmuwan modern umumnya menggunakan istilah Saka untuk menyebut masyarakat Iran di Stepa Timur dan Cekungan Tarim. René Grousset menyebutkan bahwa mereka merupakan cabang dari "rumpun Skithia-Sarmatia" yang berasal dari masyarakat Iran di stepa bagian barat laut Erasia. Di Cekungan Tarim dan Gurun Taklamakan, orang Saka mendirikan daerah Khotan dan Kashgar termasuk Kerajaan Khotan yang menjadi vasal China pada masa Dinasti Han dan Dinasti Tang. Perhiasasn emas Saka dari Baktria, Tillia tepe, Afghanistan bagian utara. Perdebatan modern mengenai identitas "Saka" muncul sebagian karena penggunaan kata tersebut secara ambigu oleh sumber-sumber non-Saka. Menurut Herodotus, orang Persia menyebut "Saka" untuk semua bangsa Skithia. Plinius (Gaius Plinius Secundus, 23–79) menyebutkan bahwa orang Persia hanya memberikan nama "Sakai" untuk suku-suku Skithia "yang paling dekat". Masyarakat Asyur pada masa Esarhaddon, mencatat penyerbuan melawan kelompok orang yang disebut Ashkuza atau Ishhuza dalam bahasa Akkad. Pengertian umum di antara para ilmuwan kini adalah bahwa bahasa dari orang Saka, sumber dari bahasa-bahasa Pamir di India Utara dan bahasa Khotan di Xinjiang, termasuk ke dalam bahasa-bahasa Skithia. Kelompok masyarakat lainnya yaitu Gimirrai, disebut di sumber Yunani Kuno sebagai orang Cimmeria, memiliki kaitan erat dengan orang Saka. Pada naskah kuno Ibrani, Ashkuz (Ashkenaz) disebut sebagai keturunan langsung dari Gimirri (Gomer). Orang Saka bagi orang Babilonia sama dengan Gimirrai. Kedua nama digunakan di Inskripsi Behistun yang dipahat tahun 515 SM atas perintah Raja Darius yang Agung. Orang-orang tersebut disebutkan bermukim di Kerajaan Urartu di Armenia. Shacusen di Provinsi Uti diberi nama dari mereka.) Inskripsi Behistun awalnya hanya menyebutkan Saka sekali untuk kemudian memisahkannya menjadi beberapa kelompok yaitu: Sakā tigraxaudā – "Saka bertopi runcing", Sakā haumavargā – dipahami sebagai "Saka peminum haoma" namun ada pula pendapat lain, Sakā paradraya – "Saka setelah laut", ditambahkan setelah penyerbuan Skithia Barat oleh Darius, utara Sungai Danube. Sakā para Sugdam – "Saka di luar Sugda (Sogdiana)", istilah lain yang ditemukan di dua inskripsi lain. Istilah yang digunakan oleh untuk menyebut orang-orang di perbatasan negaranya di arah berlawanan dari Kush (Ethiopia) akan berada di sebelah timur. Sakā paradraya adalah bangsa Skithia di barat (Skithia Eropa) atau Sarmatia. Sakā tigraxaudā dan Sakā haumavargā diyakini berada di sebelah timur Laut Kaspia. Sakā haumavargā dinilai sama dengan orang Amyrgia, orang Saka di dekat Baktria dan Sogdiana. Sakā haumavargā juga telah diajukan sebagai Sakā para Sugdam, sehingga Sakā haumavargā berada lebih jauh ke timur daripada Sakā tigraxaudā, kemungkinan di Pamir atau Xinjiang, walaupun kemungkinan mereka berada di Jaxartes karena yagn disebut adalah "di luar Sogdiana" bukan Baktria. Di dunia modern, arkeolog Hugo Winckler (1863–1913) adalah orang pertama yang mengaitkan Saka dengan bangsa Skithia. J. M. Cook, dalam The Cambridge History of Iran, menyebutkan bahwa nama Persia "Sakā" dan nama Yunani dan Asyur "Skuthai" ("Iškuzai") merupakan nama umum untuk penduduk nomaden di wilayah utara. Sumber-sumber Persia umumnya menyebut mereka sebagai satu suku tunggal bernama "Saka" (Sakai atau Sakas), namun sumber Yunani dan Latin menyebutkan bahwa bangsa Skithia terdiri atas banyak kelompok. Ilmuwan modern kemudian umumnya menggunakan istilah Saka untuk menyebut masyarkat berbahasa Iran yang menghuni Stepa Erasia bagian timur dan Cekungan Tarim. Lihat pula Bahasa Saka Saka di Mahabharata Kalender Saka Artikel ini menggunakan bahan dari artikel Wikipedia Saka, yang dilepaskan di bawah Creative Commons Attribution-Share-Alike License 3.0.

Tidak ada komentar: