Kamis, 06 September 2018

Simpenen ing pangkur

Kajian Wedharaga (10) Bait ke-10, Pupuh Gambuh (metrum: 7u 10u 12i 8u 8o), Serat Wedharaga, karya Raden Ngabehi Ranggawarsita: Lamun wus sarwa putus, kapinteran simpenen ing pungkur. Bodhonira katokna ing ngarsa yekti, gampang traping tindak-tanduk, amawas pambekaning wong. Terjemahan dalam bahasa Indonesia: Jika sudah ahli, kepandaianmu simpanlah di belakang. Kebodohanmu perlihatkan di muka sebenarnya (ini), memudahkan menerapkan langkah, dalam memahami perangai orang. Kajian per kata: Lamun (jika) wus (sudah) sarwa (serba) putus (ahli), kapinteran (kepandaian) simpenen (simpanlah) pungkur (belakang). Jika sudah ahli, kepandaianmu simpanlah di belakang. Putus artinya sudah pintar, sudah ahli, sudah menguasai ilmu tertentu. Jika sudah ahli dalam satu ilmu sembunyikan keahlian itu jauh di belakang agar tak terlihat orang. Etika orang berilmu memang tidak perlu memamerkan ilmunya kepada banyak orang. Bodhonira (kebodohanmu) katokna (memudahkan) traping (menerapkan) tindak-tanduk (langkah), amawas (memahami) pambekaning (perangai) wong (orang). Kebodohanmu perlihatkan di muka sebenarnya (ini), memudahkan menerapkan langkah, dalam memahami perangai orang. Sebaliknya pada hal-hal yang kita masih bodoh tampakkanlah kebodohan itu kepada banyak orang. Menampakkan di sini bukan berarti kita pura-pura bodoh tetapi dengan tetap memperbanyak bertanya dalam hal yang kita tidak tahu. Karena ilmu pengetahuan itu luas, seseorang yang sudah ahli dalam satu ilmu belum tentu ahli dalam ilmu lainnya, maka pada hal-hal yang belum tahu tersebut jangan sungkan-sungkan untuk tetap bertanya agar pengetahuan semakin banyak. Sikap yang demikian itu lebih baik daripada memamerkan sedikit yang kita tahu, lebih nyaman bagi orang lain dan memudahkan bagi kita melangkah dalam kehidupan. Hidup menjadi tidak terbebani serta lebih mudah dalam mengenal watak orang lain. Inilah etika yang dipegang teguh para ahli ilmu, ibarat batang padi semakin berisi semakin menunduk. Sebaliknya orang-orang bodoh justru berlagak pintar dengan banyak bicara hal yang dia tidak paham benar, ibarat tong kosong jika diketuk nyaring bunyinya.

Tidak ada komentar: