Gunungtugel peristiwa sebuah awal peradaban lama,yang telah mengawali peradaban baru sebagai pondasi awal terwujadnya ri Bhumi Mataram.Hal yang demikian diperoleh dari winarah para Sepuh dari jaman ke jaman.Diantaranya winarah yang diperoleh mbah Datrim dari mbah Datuk Kahfi.winarah yang di maksut adalah latar belakang Gunungtugel.Demikian juga winarah dari mbah Bakri dari eyang Muhsin.Eyang Muhsin dari Syeh Abdurahman,dari Ki Buyut Manguneng.
Kamis, 06 September 2018
Wiwit nom amadeng laku
Kajian Wedharaga (6) Bait ke-6, Pupuh Gambuh (metrum: 7u 10u 12i 8u 8o), Serat Wedharaga, karya Raden Ngabehi Ranggawarsita: Mangkene patrapipun, wiwit anom amandengalaku. Ngungurangi mangan turu sawatawis, amemekak hawa napsu, dhasarana andhap asor.
Terjemahan dalam bahasa Indonesia: Seperti inilah sikap yang baik, sejak muda memusatkan perhatian pada tingkah laku. Mengurangi makan dan tidur sampai secukupnya saja, menahan dengan sangat hawa nafsu, mendasari setiap perbuatan dengan rendah hati.
. Kajian per kata: Mangkene (seperti inilah) patrapipun (sikap yang baik), wiwit (sejak)
(memusatkan perhatian pada tingkah laku). Seperti inilah sikap yang baik, sejak muda memusatkan perhatian pada tingkah laku. Jika ingin menjadi orang besar yang dikagumi orang, yang mempunyai banyak penggemar, yang menjadi panutan
yang baik.
menjaga sikap
harus
dukun itu), maka
banyak orang (seperti para
memperhatikan, memusatkan perhatian pada tingkah laku yang benar. Sejak muda harus membiasakan diri dengan kebiasaan baik agar kelak ketika tua tidak malas atau kikuk ketika harus melakukan kebaikan. Apa saja kebiasaan yang harus diamalkan sejak muda itu? Ngungurangi (mengurangi) mangan (makan) turu (tidur) sawatawis (secukupnya), amemekak (menahan dengan sangat) hawa napsu (hawa nafsu), dhasarana (didasari) andhap asor (sikap rendah hati). Mengurangi makan dan tidur sampai secukupnya saja, menahan dengan sangat hawa nafsu dan mendasari setiap perbuatan dengan rendah hati. Pada bait ini disebutkan tiga kebiasaan yang harus diamalkan sejak muda agar menjadi ringan dilakukan ketika tua karena sudah terbiasa dan menjadi akhlak sehri-hari. Yang pertama, mengurangi makan dan tidur sampai pada level secukupnya. Ada anjuran Nabi berkaitan dengan makan yang amat bagus; makanlah hanya ketika lapar dan berhentilah sebelum kenyang. Jika anak muda bisa mempraktikan ini saja sudah sangat bagus. Dalam hal tidur juga janganlah berlebihan tapi lakukan secukupnya sekadar menjaga kebugaran tubuh. Jika sudah cukup tidur hendaklah bangun untuk melakukan kegiatan yang bermanfaat. Yang kedua, menahan dengan sangat keinginan hawa nafsu. Kata mekak biasa dipakai untuk menghentikan kuda dengan cara menarik tali kekang sehingga kuda dengan terpaksa berhenti. Perumpamaan ini diambil karena sifat keduanya yang mirip (antara kuda dan hawa nafsu), yakni kalau tidak dikekang akan lari terus.
mengendalikan hawa nafsu memang harus dengan sedikit menahan sakit dan mengabaikan keinginan. Yang ketiga, mendasari setiap perbuatan dengan sikap rendah hati. Tidak pamer, tidak sombong, tidak umuk, tidak jumawa, tetapi menyembunyikan kemampuan apabila tidak diperlukan. Inilah tiga sikap yang harus dimiliki anak muda dalam kehidupan. Untuk diketahui, ini hanyalah dasar-dasar atau permulaan saja. Masih banyak hal yang harus dilakukan bagi mereka yang sungguh-sungguh peduli dengan masa depannya kelak. Kita akan melanjutkan pada kajian berikutnya. Sampai jumpa!
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar